Monday, 16 January 2017

Jeneponto .... "Sebuah mimpi"

Seseorang terlahir untuk memiliki berjuta mimpi... meskipun tidak semua mimpi mimpi itu akan terwujud dengan sempurna, terbungkus dengan apik dan bisa dinikmati bagi sang pemimpi.... Namun, aku cukup tahu ketika mimpi mimpi kita itu sudah kita usahakan dengan maksimal dan mimpi mimpi itu kita doakan dengan doa yang tiada terputus... maka percayalah, mimpi itu akan jadi nyata. Tentang kamu yang saya impikan. tentang kamu yang kata mereka indah, eksotis, mempesona atau apalah itu... yang jelas saya sudah memimpikan kamu, mimpi yang tak kunjung pada hingga sekarang. tentang kamu yang kata mereka menjanjikan suatu masa depan yang lebih baik tentang kamu yang ingin kujadikan masa depanku... ah, semua itu hanya mimpi.. Jeneponto, sebuah daerah yang asing sekali saya dengar dulu. tapi sekarang aku ingin jatuh cinta pada dirimu... daerah di pesisir pantai sebelah selatan pulau sulawesi, yang akhir akhir ini sering sekali aku 'kepo 'tentang dirimu... tentang keindahan wisatamu, tentang sajian kuliner yang menarik, tentang sisi lain adat istiadat budayamu. Apakah aku sudah bosan dengan pulau Jawa? tidak sama sekali... justru dari pulau inilah mimpi mimpi itu kurangkai untuk segera kurealisasikan. aku mulai suka melihat peta tentang dirimu, entah untuk apa. Tapi aku mulai membayangkan berkunjung ke tempatmu dan mulai membayangkan jarak antara dirimu dengan kota kota lain di sekitarmu .... Jeneponto, tentang dirimu mungkin menjadi sebuah penantian yang amat panjang bagi diriku.... tapi, tak masalah. aku akan tetap menunggu, menunggu senyum itu akan datang kepadaku, menunggu agar aku bisa cepat terbang kesana dengan mimpi mimpi yang lain mungkin akan aku rangkai di tempatmu, bersamamu .... aku belum pernah berkunjung ke tempatmu, kali ini cukup menikmati dirimu dari mesin pencari "google" dan semoga dari sekarang aku melihat tentang dirimu, menuliskan tentang mimpiku berkunjung ke tempatmu... semoga suatu saat nanti, akau bisa menimkmati untuk berkunjung ke tempatmu dan mungkin untuk menetap. dan mungkin untu 5 tahun, 10 tahun atau bahkan selamanya.... daerah baru, destinasi kehidupan baru, pola pikir masyarakat baru dan lainnya yang beragam. aku siap :)

Thursday, 5 January 2017

Komitmen dan Istiqomah

Setelah cukup sangat sangat lama saya tidak pernah menyentuh dan berurusan dengan dunia per-blog-an.... tetiba terbersit untuk kembali menggeluti dunia cuap cuap lewat tulisan ini... dan, inginkan untuk terus istiqomah. tapi, apakah bisa saya pegang komitmen ini? hahaha... itu pertanyaan klise yang harus saya jawab dengan perbuatan. Memanglah istiqomah itu cukup berat tidak hanya harus diucapkan terus kita tinggal lalu, istiqomah itu harus benar benar dilakukan dengan perbuatan. so, cukup berat. Bismillah.... lwat beberapa paragraf ini, saya awali untuk bisa berkomitmen kembali dan menulis kembali lewat blog. Karena tulisan yang baik itu yang telah dibaca dan bisa memberi inspirasi

Sunday, 17 November 2013

PENGABDIANKU

Di pulau yang berbeda, tanah flores yang menyimpan sejuta keindahan alam dengan hasil alam yang melimpah..... sepanjang jalanan yang berkelak kelok dengan jalanan yang naik turun, sepanjang jalan mungkin akan melihat keindahan pohon kemiri yang kelihatan mencolok di sebelah atas dengan warna putih. tetap indah di lihat dari jalanan..... alam yang menyajikan sejuta keindahan. Dan.... dalam kamarku yang baru di tanah rantauan ini,dengan gorden warna biru, sprei dan bed cover warna senada aku bisa melihat keindahan gunung inerie dari balik jendela kamarku .....

Friday, 4 January 2013

Wajah nan berseri tanda suka memberi, dan, tentu bersuka cita saat dipinta. kau melihatnya senantiasa gembira saat kau datang, seolah engkau memberinya apa yang engkau minta padanya Wajah mereka cemberut karena sombong, seolah mereka dilempar dengan paksa ke neraka. Tidak seperti kaum, yang bila kau jumpai bak bintang gemintang yang jadi petunjuk bagi pejalan malam. Ada jiwa-jiwa yang dapat membuat setiap hal terasa berat dan sengsara. Tapi, ada pula jiwa-jiwa yang mampu membuat setiap hal menjadi sumber kebahagiaan. Konon, ada seorang wanita yang di rumahnya selalu melihat segala sesuatu salah di matanya. Akibatnya, sepanjang hari ia merasa dalam gelap gulita; hanya karena sebuah piring pecah, makanan keasinan karena terlalu banyak garam, atau kakinya menginjak sobekan kertas di dalam kamar, ia sontak berteriak dan memaki siapa dan apa saja yang ada di rumahnya. Hal seperti ini sangat berbahaya sebagaiamana percikan api yang setiap saat siap melahap apa saja yang ada di depannya.

Monday, 10 October 2011

second opinion

Dahulu, terlalu tegar dan tegas mungkin keputusanku untuk mengambil kuliah di solo.....
Semua berjalan sewajarnya, sampai aku harus dihampiri banyak masalah dan kesulitan. sungguh, aku tidak setegar batu karang yang banyak orang lain lihat. aq lebih kepada sebuah daun-daun yang membutuhkan angin untuk menggugurkan dirinya. ya,,, aq memerlukan orang kedua. disaat kedua orang tuaku tak lagi bisa menampung tumpahan keluh kesahku, karena jarak yang telah memisahkan, aku membutuhkan sesosok yang mampu menjadi second opinion dalam kehidupanku....

Wednesday, 11 August 2010

Burung Gagak
Pada suatu sore, seorang ayah bersama anaknya yang baru saja mendapat gelar sarjana muda, duduk berbincang – bincang di halaman sambil memperhatikan suasana sekitar. Tiba – tiba burung gagak hinggap di ranting pohon.
Si ayah lalu menunjuk kearah gagak sambil bertanya, “ nak, itu apa?”
“ burung gagak “ jawab si anak.
Si ayah mengangguk – angguk. Namun beberapa saat kemudian dia mengulangi lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabanyya tadi, lalu diapun menjawab dengan sedikit keras. “ itu burung gagak ayah!”
Sejenak kemudian,… sia ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Anaknya merasa agak marah dengan pertanyaan yang diulang ulang, si anak pun menjawab dengan sangat keras “BURUNG GAGAK!”
Si ayah terdiam seketika. Tidak lama kemudian dia mengajukan pertanyaan tersebut. Sia anak jadi kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah – ogahan. “ Gagak, Ayah “ Tetapi, kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si ayah kembali membuka mulut hanya untuk menanyakan pertanyaan serupa. Dan kali ini, anak benar – benar marah.
“ Ayah, saya tidak mengerti ayah mengerti atau tidak. Tapi sudah 5 kali ayah menanyakan pertanyaan itu, dan sayapun sudah memberikan jawabannya.Apa yang ayah inginkan dari saya? “Itu burung gagak, burung gagak ayah!” kata si anak dengan geram.
si ayah kemudian bangkit dari tempat duduknya menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang terheran – heran. Sebentar kemudian si ayah keluar lagi dengan membawa seuatu di tangannya. Dia kemudian menggulirkan benda terebut ke anaknya yang masih marah dan bertanya – Tanya. Ternyata benda tersebut adalah sebuah diari tua.
“ Coba engkau baca apa yang pernah ayah tulis dalam diary terebut. “ pinta si ayah. si anak membaca bagian terebut, isinya :
“ Hari ini, aku di halaman bersama anakku yang genap berumur 5 tahun. Tiba – tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk kearah gagak itu, dan bertanya “ ayah, apakah itu?” Dan aku menjawab, “ Burung Gagak “. Walau bagaimanapun, anakku terus bertanya dengan pertanyaan yang sama., dan setiap kali akupun menjawab dengan jawaban yang sama. Sampai 25 kali anakku bertanya demikian, Demi rasa CINTA dan SAYANG, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap bahwa hal tersebut menjadi suatu pendidikan yang berharga.
Setelah selesai membaca bagian tersebut, sia anak mengangkat muka memandang wajah ayahnya yang kelihatan sayu dan keriput. Ayahnya dengan perlahan berkata, “ Hari ini, ayah baru menanyakan kepadamu pertanyaan yang sama sebanyak 5kali, dannkau telah kehilangan kesabaran dan marah.

Apa pesan moral dari cerita ini???

Thursday, 8 July 2010

Cerpen Sesi II

*** *** ****
Ku tak tau telah sampe mana diriku,,,, yang kuliat aq telah rebahan di sebuah kamar, dan disamnpingku telah ada beberapa akhwat yang menemaniku. hem,,,, rupanya aq telah di rumah sakit, tak tau bagaimana prosesnya, kuliat si Vatin tersenyum tipis, ketika aq membuka mata. akhwat yang satu ini benar2 perhatian padaku, dia banyak menolongku ketika aq dalam kesusahan. Di sekelilingku juga telah kuliat beberapa akhwat lain, teman kajian yang harusnya aq sekarang mengikuti acara tersebut, tapi malah berganti sekarang kajian di rumah sakit, benar2 tak direncanakan....
Kurasa sekarang kesadaranku telah benar2 pulih, meskipun rasa lemah menjalari seluruh tubuhku, " anti istirahat aja ya,,, ukh, jangan mikirin macem2 dulu" bisik vatin, ketika hendak kubuka mulutku untuk menanyakan tentang kajian nya gimana. Rupanya dia tahu arah berpikirku.... " saya udah ndak papa kogh,,,, " kataku sambil tersenyum. " ndak pa2 gimana lha wong sampe jatuh pingsan gitu".... debat vatin yang mulai perhatian. " tadi ikhwannya bilang afwan jiddan, ke anti. kesannya dia itu maksa anti buat ini, itu, padahal khan anti ini akhwat. Harusnya dia sadar, kalo akhwat tuch lemah. jadinya nie,,, kayak gini" celoteh vatin mengomentari si ikhwan...
yeah ndak salah ikhwannya juga kali... khan saya setuju .. heee,,, batinku dalam hati
*** *** **** ****
Akhir2 ini, memang kondisi kesehatanku menurun, drastis mungkin,... ketika saya tanya ke dokter, banyak lah saran dari si dokter, dari mulai kudu istirahat, makan teratur, jangan banyak mikir.... yah namanya hidup masa' g banyak mikir,,,, batinku dalam hati,,,
( to be,,, continued)