Burung Gagak
Pada suatu sore, seorang ayah bersama anaknya yang baru saja mendapat gelar sarjana muda, duduk berbincang – bincang di halaman sambil memperhatikan suasana sekitar. Tiba – tiba burung gagak hinggap di ranting pohon.
Si ayah lalu menunjuk kearah gagak sambil bertanya, “ nak, itu apa?”
“ burung gagak “ jawab si anak.
Si ayah mengangguk – angguk. Namun beberapa saat kemudian dia mengulangi lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabanyya tadi, lalu diapun menjawab dengan sedikit keras. “ itu burung gagak ayah!”
Sejenak kemudian,… sia ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Anaknya merasa agak marah dengan pertanyaan yang diulang ulang, si anak pun menjawab dengan sangat keras “BURUNG GAGAK!”
Si ayah terdiam seketika. Tidak lama kemudian dia mengajukan pertanyaan tersebut. Sia anak jadi kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah – ogahan. “ Gagak, Ayah “ Tetapi, kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si ayah kembali membuka mulut hanya untuk menanyakan pertanyaan serupa. Dan kali ini, anak benar – benar marah.
“ Ayah, saya tidak mengerti ayah mengerti atau tidak. Tapi sudah 5 kali ayah menanyakan pertanyaan itu, dan sayapun sudah memberikan jawabannya.Apa yang ayah inginkan dari saya? “Itu burung gagak, burung gagak ayah!” kata si anak dengan geram.
si ayah kemudian bangkit dari tempat duduknya menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang terheran – heran. Sebentar kemudian si ayah keluar lagi dengan membawa seuatu di tangannya. Dia kemudian menggulirkan benda terebut ke anaknya yang masih marah dan bertanya – Tanya. Ternyata benda tersebut adalah sebuah diari tua.
“ Coba engkau baca apa yang pernah ayah tulis dalam diary terebut. “ pinta si ayah. si anak membaca bagian terebut, isinya :
“ Hari ini, aku di halaman bersama anakku yang genap berumur 5 tahun. Tiba – tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk kearah gagak itu, dan bertanya “ ayah, apakah itu?” Dan aku menjawab, “ Burung Gagak “. Walau bagaimanapun, anakku terus bertanya dengan pertanyaan yang sama., dan setiap kali akupun menjawab dengan jawaban yang sama. Sampai 25 kali anakku bertanya demikian, Demi rasa CINTA dan SAYANG, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap bahwa hal tersebut menjadi suatu pendidikan yang berharga.
Setelah selesai membaca bagian tersebut, sia anak mengangkat muka memandang wajah ayahnya yang kelihatan sayu dan keriput. Ayahnya dengan perlahan berkata, “ Hari ini, ayah baru menanyakan kepadamu pertanyaan yang sama sebanyak 5kali, dannkau telah kehilangan kesabaran dan marah.
Apa pesan moral dari cerita ini???
Wednesday, 11 August 2010
Thursday, 8 July 2010
Cerpen Sesi II
*** *** ****
Ku tak tau telah sampe mana diriku,,,, yang kuliat aq telah rebahan di sebuah kamar, dan disamnpingku telah ada beberapa akhwat yang menemaniku. hem,,,, rupanya aq telah di rumah sakit, tak tau bagaimana prosesnya, kuliat si Vatin tersenyum tipis, ketika aq membuka mata. akhwat yang satu ini benar2 perhatian padaku, dia banyak menolongku ketika aq dalam kesusahan. Di sekelilingku juga telah kuliat beberapa akhwat lain, teman kajian yang harusnya aq sekarang mengikuti acara tersebut, tapi malah berganti sekarang kajian di rumah sakit, benar2 tak direncanakan....
Kurasa sekarang kesadaranku telah benar2 pulih, meskipun rasa lemah menjalari seluruh tubuhku, " anti istirahat aja ya,,, ukh, jangan mikirin macem2 dulu" bisik vatin, ketika hendak kubuka mulutku untuk menanyakan tentang kajian nya gimana. Rupanya dia tahu arah berpikirku.... " saya udah ndak papa kogh,,,, " kataku sambil tersenyum. " ndak pa2 gimana lha wong sampe jatuh pingsan gitu".... debat vatin yang mulai perhatian. " tadi ikhwannya bilang afwan jiddan, ke anti. kesannya dia itu maksa anti buat ini, itu, padahal khan anti ini akhwat. Harusnya dia sadar, kalo akhwat tuch lemah. jadinya nie,,, kayak gini" celoteh vatin mengomentari si ikhwan...
yeah ndak salah ikhwannya juga kali... khan saya setuju .. heee,,, batinku dalam hati
*** *** **** ****
Akhir2 ini, memang kondisi kesehatanku menurun, drastis mungkin,... ketika saya tanya ke dokter, banyak lah saran dari si dokter, dari mulai kudu istirahat, makan teratur, jangan banyak mikir.... yah namanya hidup masa' g banyak mikir,,,, batinku dalam hati,,,
( to be,,, continued)
Ku tak tau telah sampe mana diriku,,,, yang kuliat aq telah rebahan di sebuah kamar, dan disamnpingku telah ada beberapa akhwat yang menemaniku. hem,,,, rupanya aq telah di rumah sakit, tak tau bagaimana prosesnya, kuliat si Vatin tersenyum tipis, ketika aq membuka mata. akhwat yang satu ini benar2 perhatian padaku, dia banyak menolongku ketika aq dalam kesusahan. Di sekelilingku juga telah kuliat beberapa akhwat lain, teman kajian yang harusnya aq sekarang mengikuti acara tersebut, tapi malah berganti sekarang kajian di rumah sakit, benar2 tak direncanakan....
Kurasa sekarang kesadaranku telah benar2 pulih, meskipun rasa lemah menjalari seluruh tubuhku, " anti istirahat aja ya,,, ukh, jangan mikirin macem2 dulu" bisik vatin, ketika hendak kubuka mulutku untuk menanyakan tentang kajian nya gimana. Rupanya dia tahu arah berpikirku.... " saya udah ndak papa kogh,,,, " kataku sambil tersenyum. " ndak pa2 gimana lha wong sampe jatuh pingsan gitu".... debat vatin yang mulai perhatian. " tadi ikhwannya bilang afwan jiddan, ke anti. kesannya dia itu maksa anti buat ini, itu, padahal khan anti ini akhwat. Harusnya dia sadar, kalo akhwat tuch lemah. jadinya nie,,, kayak gini" celoteh vatin mengomentari si ikhwan...
yeah ndak salah ikhwannya juga kali... khan saya setuju .. heee,,, batinku dalam hati
*** *** **** ****
Akhir2 ini, memang kondisi kesehatanku menurun, drastis mungkin,... ketika saya tanya ke dokter, banyak lah saran dari si dokter, dari mulai kudu istirahat, makan teratur, jangan banyak mikir.... yah namanya hidup masa' g banyak mikir,,,, batinku dalam hati,,,
( to be,,, continued)
Tuesday, 15 June 2010
Cerpen sesi I
..... Bukanku tak kuasa menahan pedih, jika terus begini keadaannya. Tapi, hati ini tak kuat menahan, jika terus tersakiti. Cukuplah hanya diriku yang tersakiti, ku tak rela jika sampai mengorbankan semua yang ada disekitarku. Cukuplah aku yang menahan perihnya disakiti, jangan orang lain terkorbankan.....
Begitulah rasanya bait - bait rangkaian kata - kata yang ingin kuungkapkan. Sebegitu meluapnya perasaanku ingin memuntahkan semua yang kurasakan.
*** **** ***** *****
"Kamu tak pulang lagi dheK?" tanya seorang kakak kelas yg memperhatikan gerak - gerikku. " Enggak mbak,masih betah tinggal disini, tugas kuliah masih tumpukan" begitu jawabku sekenanya.... benar - benar hari yang melelahkan dan membuatku menguras banyak energi yang tersimpan. Dengan langkah gontai kuayunkan langkahku menuju kamar sembari membawa segelas air putih yang akan cukup menghilangkan dahagaku,,,
Hape mungilku bergetar, ada sms masuk, dari seorang ikhwan rupanya, dia partner kerjaku di kampus. " Ukh,,,, anti g pulang kan minggu ini? tolong koordinir akhwat yg maw ikut kajian ya???",,,,, " OK" jawabku. Hmmm,,,, ladang dakwah itu pasti akan ada kapanpun dan dimanapun. Rasa penat menjalari setiap aliran darahku,,, tak berujung rasanya. Belum sempat aku bangun dari rebahan, adzan magrib telah berkumandang,,,, ah,, begitu cepat rasanya waktu yg bergerak. Bismillah,,, kukumpulkan semangatku, sisa - sisa kepenatan dan keletihan, untuk segera bangkit menuju tempat wudhu dan mempersiapkan diri berjamaah maghrib,,, rupanya jama'ah kali ini cukup hanya dua orang, aq dan teman se kosq... temen2 laen udah pada mudik. memang untuk ukuran jarak rumahku cukup jauh dibanding temen2.... jadi aq jadi penjaga kos kalau akhir pekan. Pada raka'at kedua, aku merasa tubuhku banar2 telah capek, dan keringat dinginpun keluar, perutku mual tak terkira. setelah salam,,,, aq benar2 tak mampu bertahan untuk merampungkan dzikirku,,,, langsung kulepas mukena dan muntah- muntah disana,,,, hah... ternyata aq harus istirahat.
*** **** *** **** *****
Hape mugilku bergetar lagi,,, "ukh, siapkan mengkoordinir akhwat untuk kajian ahad pagi???".... karena tak mau mgecewakan, akhirnya kuballas dengan pernyataan sanggup. aku harus kuat pikirku, dan harus kulawan penyakit ini. Telah kusiapkan diriku untuk segera berangkat ke masjid, akhwat lain pasti sudah menunggu pikirku,,,, karena tadi malam setelah ku sms semua, banyak yg menyatakan kesanggupan untuk datang kajian. Mencoba tetap tersenyum dan bersikap wajar, tetapi beberapa akhwat menatap aneh pada diriku,, kata mereka aku tampak pucat,,, Berusaha meyakinkan mereka bahwa ku tak apa - apa. Baru menaiki satu anak tangga masjid, aq limbung, jatuh, mataku begitu gelap, dan tak tau apa yang terjadi,,,,,, ( To, be Continued)
Begitulah rasanya bait - bait rangkaian kata - kata yang ingin kuungkapkan. Sebegitu meluapnya perasaanku ingin memuntahkan semua yang kurasakan.
*** **** ***** *****
"Kamu tak pulang lagi dheK?" tanya seorang kakak kelas yg memperhatikan gerak - gerikku. " Enggak mbak,masih betah tinggal disini, tugas kuliah masih tumpukan" begitu jawabku sekenanya.... benar - benar hari yang melelahkan dan membuatku menguras banyak energi yang tersimpan. Dengan langkah gontai kuayunkan langkahku menuju kamar sembari membawa segelas air putih yang akan cukup menghilangkan dahagaku,,,
Hape mungilku bergetar, ada sms masuk, dari seorang ikhwan rupanya, dia partner kerjaku di kampus. " Ukh,,,, anti g pulang kan minggu ini? tolong koordinir akhwat yg maw ikut kajian ya???",,,,, " OK" jawabku. Hmmm,,,, ladang dakwah itu pasti akan ada kapanpun dan dimanapun. Rasa penat menjalari setiap aliran darahku,,, tak berujung rasanya. Belum sempat aku bangun dari rebahan, adzan magrib telah berkumandang,,,, ah,, begitu cepat rasanya waktu yg bergerak. Bismillah,,, kukumpulkan semangatku, sisa - sisa kepenatan dan keletihan, untuk segera bangkit menuju tempat wudhu dan mempersiapkan diri berjamaah maghrib,,, rupanya jama'ah kali ini cukup hanya dua orang, aq dan teman se kosq... temen2 laen udah pada mudik. memang untuk ukuran jarak rumahku cukup jauh dibanding temen2.... jadi aq jadi penjaga kos kalau akhir pekan. Pada raka'at kedua, aku merasa tubuhku banar2 telah capek, dan keringat dinginpun keluar, perutku mual tak terkira. setelah salam,,,, aq benar2 tak mampu bertahan untuk merampungkan dzikirku,,,, langsung kulepas mukena dan muntah- muntah disana,,,, hah... ternyata aq harus istirahat.
*** **** *** **** *****
Hape mugilku bergetar lagi,,, "ukh, siapkan mengkoordinir akhwat untuk kajian ahad pagi???".... karena tak mau mgecewakan, akhirnya kuballas dengan pernyataan sanggup. aku harus kuat pikirku, dan harus kulawan penyakit ini. Telah kusiapkan diriku untuk segera berangkat ke masjid, akhwat lain pasti sudah menunggu pikirku,,,, karena tadi malam setelah ku sms semua, banyak yg menyatakan kesanggupan untuk datang kajian. Mencoba tetap tersenyum dan bersikap wajar, tetapi beberapa akhwat menatap aneh pada diriku,, kata mereka aku tampak pucat,,, Berusaha meyakinkan mereka bahwa ku tak apa - apa. Baru menaiki satu anak tangga masjid, aq limbung, jatuh, mataku begitu gelap, dan tak tau apa yang terjadi,,,,,, ( To, be Continued)
Wednesday, 12 May 2010
Dirosah Ilmu Dakwah
MANAJEMEN DAKWAH
Pada awalnya manajemen digunakan dalam dunia bisnis, industry, dan bidang-bidang usaha lainnya. Kini hampir seluruh bidang yang melibatkan orang banyak memerlukan manajemen guna terlaksana mekanisme yang baik. dalam berdakwah ilmu manamen juga diperlukan agar pengelolaan dakwah biasa dilaksanakan semaksimal mungkin dengan hasil yang besar. Oleh karena itu ilmu manajemen sangat di perlukan dalam kita mengelola dakwah pada saat ini, sehingga dakwah bias terus berjalan dan berperan sebagai perubahan ke masyarakat yang lebih baik.
A.PENGERTIAN
Secara harfiah,dakwah artinya mengajak manusia kepada ALLAH SWT dengan hikmah dan pelajaran yang baik sehingga manusia tersebut kepada luar dari kondisi jahiliyah(kebodohan) menuju kepada islam. Adapun manajemen berasal dari bahasa inggris dari kata “to manage” yang artinya mengurus membimbing atau mengawasi.
Dari pengartian dakwah dan manajemen kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, manajemen dakwah adalah usaha mencapai tujuan memakmurkan dakwah melalui kerjasama. Manajemen dakwah di perlukan agar pekerjaan dakwah dapat hasil yang masimal guna kepentingan manusia kepada ALLAH SWT.
Alasan, Perlunya Manajemen Dakwah
Secara global, peradaban materialis telah menciptakan tata dunia yang tidak adil yang dicirikan oleh semakin tingginya “gap” antara si-miskin dan si-kaya, Kondisi ini, mau tidak mau mempengaruhi dunia, tidak terkecuali Indonesia. Baik dalam aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, ideologi, pertahanan keamanan, termasuk juga agama, yang sekarang sudah kita rasakan pengaruhnya.
Kenyataan ini mengharuskan kita melalukan ‘perlawanan’ secara imani dan intelektual untuk mengubah keadaan – yang dalam konteks keIslaman, mengubah kondisi yang tidak baik menjadi lebih baik dengan membumikan syariah dalam tiap sudut kehidupan dan keseharian kita. Itulah dakwah. Lalu, apa yang harus dirubah ? Jawabannya adalah manusia beserta tatanan hidup yang melingkupinya, dan bukan hanya moral (akhlaq) pada tiap manusianya saja.
Namun, aktivitas dakwah ternyata tidak cukup membutuhkan kesholehan dan keikhlasan bagi para aktivisnya, tetapi juga dibutuhkan kemampuan pendukung berupa manajemen. “Kebaikan yang tidak terorganisir, akan dapat dikalahkan oleh kemunkaran yang terorganisir dengan baik”, demikian sayyidina Ali ra. berujar. Disinilah pentingnya manajemen dalam dakwah, yaitu kemampuan untuk mengumpulkan dan mengelola seluruh potensi dakwah (internal dan eksternal), memberdayakannya, dan menggunakannya sebagai kekuatan dalam melakukan dakwah.
Ada sejumlah alasan mengapa menajemen dakwah dibutuhkan.
1. Permasalahan kehidupan yang harus dibenahi begitu kompleks dan terintegrasi dalam bungkus ideologi sekuler-kapitalis yang tersistem dengan baik dan masih dianggap sebagai ideologi terbaik.
2. Banyak komponen dalam aktivitas dakwah yang harus disatukan menjadi satu gerakan yang harmonis dan sinergis
3. Dakwah merupakan aktivitas yang berdurasi sangat panjang. Maka secara sunatullah membutuhkan rancangan tahapan aktivitas dan pencapaian yang terstruktur (lihat “Kaidah Kausalitas”, Abdul Karim As Saamiy, 2000)
4. Adanya manajemen, memperkecil dampak ‘kejutan-kejutan’ yang bisa mengganggu perjalanan dakwah
5. Ketika Allah dan Rasul-Nya menuntut pelaksanaan suatu aktivitas, berarti Allah dan Rasul-Nya menuntut kita untuk berusaha melaksanakan aktivitas itu dengan memperhatikan hal-hal yang bisa menghantarkan pada terwujudnya aktivitas tersebut.
6. Firman Allah swt : “Persiapkanlah untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kamu sanggupi” [TQS. al-Anfal: 60]. Dan hadits Rasul saw. : “Ikatlah (untamu) dan bertawakallah kepada Allah !”
Tahapan Manajemen Dalam Dakwah
Paling tidak ada 4 aspek pokok dalam aktivitas dakwah yang harus dimiliki oleh setiap gerakan (organisasi) dakwah Islam, yaitu 1) Memiliki konsep, pemikiran (fikrah) yang jelas 2) Memiliki metode (thoriqoh) yang benar bagi penerapan fikrah tersebut, 3) Digerakkan oleh SDM dengan kualifikasi tertentu, dan 4) Ikatan yang benar antar SDM dalam organisasi tersebut. Keempat hal itu tentu harus dibangun di atas dasar (kaidah) gerak yang shahih, yaitu aqidah Islam.
Jika menilik empat hal pokok diatas, maka kemampuan manajemen dan manajemen itu sendiri mutlak dibutuhkan dalam aktivitas dakwah Islam.
Manajemen dapat diartikan sebagai rangkaian proses aktivitas yang mencakup perancangan formulasi, implementasi dan evaluasi keputusan-keputusan organisasi dalam mencapai suatu tujuan tertentu dimasa datang. [“Meretas Jalan Menuju Politisi Transformatif”, MR. Kurnia, dkk, 2004].
Secara praktis diterapkan dalam empat tahapan utama, meliputi :
a. Analisis Lingkungan Organisasi
Yaitu aktivitas untuk mengetahui kondisi lingkungan internal maupun eksternal organisasi, sehingga tergambar keadaan internal organisasi (kekuatan dan kelemahan) dan posisi organisasi terhadap eksternal (peluang dan ancaman). Hasil ini, menjadi dasar yang faktual dalam menyusun kebijakan dan keputusan strategis dalam operasional dakwah.
b. Formulasi Strategi dan Taktik
Merupakan hal penting yang menjadi sandaran utama dari semua aktivitas dakwah, serta mengarahkan (orientasi) semua potensi yang dimiliki oleh organisasi (baca: dakwah) ke suatu tujuan secara fokus dalam batas waktu yang terukur. Maka formulasi strategi harus mengandung kejelasan : visi, misi, tujuan, target, rancangan program kerja/ aksi. Dengan ini akan jelas apa yang akan dihasilkan (output) untuk objek dakwah dan bagi gerakan atau organisasi dakwah Islam itu sendiri (outcome). Dalam istilah lain, ada hulu dan jelas muaranya.
c. Implementasi Strategi
Implementasi strategi menitik beratkan pada unsur-unsur : struktur organisasi dan pemberdayaan SDM, kepemimpinan, budaya organisasi, yang memperjelas kefungsian tiap-tiap posisi dan orang di dalamnya. Siapa melakukan apa dan bagaimana melakukannya merupakan hal terpenting dalam implementasi strategi.
d. Pengendalian dan kontrol
Biasanya bagian ini yang paling sulit dilakukan secara konsisten, karena pengendalian merupakan penetapan standar/ tolok ukur secara sistematis berjalannya sebuah organisasi. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan itu, organisasi akan bisa memotret perkembangan yang telah dicapainya dalam meraih tujuan. Sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan berikutnya.
Bekerja Lebih Cepat, Berorientasi Pada Tindakan
Manajemen merupakan sebuah sarana yang bisa memberikan berbagai kemudahan. Sehingga dakwah menjadi lebih dinamis, cepat dalam bertindak (responsif) namun terencana dan terukur, dilakukan oleh SDM yang tepat, dan memberikan dampak yang besar terhadap organisasi dan lingkungan. Bukan justru sebaliknya, menjadi rumit dan menghambat dinamisasi dakwah, atau bahkan menimbulkan masalah baru. Bagaimana pendapat Anda?
Pada awalnya manajemen digunakan dalam dunia bisnis, industry, dan bidang-bidang usaha lainnya. Kini hampir seluruh bidang yang melibatkan orang banyak memerlukan manajemen guna terlaksana mekanisme yang baik. dalam berdakwah ilmu manamen juga diperlukan agar pengelolaan dakwah biasa dilaksanakan semaksimal mungkin dengan hasil yang besar. Oleh karena itu ilmu manajemen sangat di perlukan dalam kita mengelola dakwah pada saat ini, sehingga dakwah bias terus berjalan dan berperan sebagai perubahan ke masyarakat yang lebih baik.
A.PENGERTIAN
Secara harfiah,dakwah artinya mengajak manusia kepada ALLAH SWT dengan hikmah dan pelajaran yang baik sehingga manusia tersebut kepada luar dari kondisi jahiliyah(kebodohan) menuju kepada islam. Adapun manajemen berasal dari bahasa inggris dari kata “to manage” yang artinya mengurus membimbing atau mengawasi.
Dari pengartian dakwah dan manajemen kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, manajemen dakwah adalah usaha mencapai tujuan memakmurkan dakwah melalui kerjasama. Manajemen dakwah di perlukan agar pekerjaan dakwah dapat hasil yang masimal guna kepentingan manusia kepada ALLAH SWT.
Alasan, Perlunya Manajemen Dakwah
Secara global, peradaban materialis telah menciptakan tata dunia yang tidak adil yang dicirikan oleh semakin tingginya “gap” antara si-miskin dan si-kaya, Kondisi ini, mau tidak mau mempengaruhi dunia, tidak terkecuali Indonesia. Baik dalam aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, ideologi, pertahanan keamanan, termasuk juga agama, yang sekarang sudah kita rasakan pengaruhnya.
Kenyataan ini mengharuskan kita melalukan ‘perlawanan’ secara imani dan intelektual untuk mengubah keadaan – yang dalam konteks keIslaman, mengubah kondisi yang tidak baik menjadi lebih baik dengan membumikan syariah dalam tiap sudut kehidupan dan keseharian kita. Itulah dakwah. Lalu, apa yang harus dirubah ? Jawabannya adalah manusia beserta tatanan hidup yang melingkupinya, dan bukan hanya moral (akhlaq) pada tiap manusianya saja.
Namun, aktivitas dakwah ternyata tidak cukup membutuhkan kesholehan dan keikhlasan bagi para aktivisnya, tetapi juga dibutuhkan kemampuan pendukung berupa manajemen. “Kebaikan yang tidak terorganisir, akan dapat dikalahkan oleh kemunkaran yang terorganisir dengan baik”, demikian sayyidina Ali ra. berujar. Disinilah pentingnya manajemen dalam dakwah, yaitu kemampuan untuk mengumpulkan dan mengelola seluruh potensi dakwah (internal dan eksternal), memberdayakannya, dan menggunakannya sebagai kekuatan dalam melakukan dakwah.
Ada sejumlah alasan mengapa menajemen dakwah dibutuhkan.
1. Permasalahan kehidupan yang harus dibenahi begitu kompleks dan terintegrasi dalam bungkus ideologi sekuler-kapitalis yang tersistem dengan baik dan masih dianggap sebagai ideologi terbaik.
2. Banyak komponen dalam aktivitas dakwah yang harus disatukan menjadi satu gerakan yang harmonis dan sinergis
3. Dakwah merupakan aktivitas yang berdurasi sangat panjang. Maka secara sunatullah membutuhkan rancangan tahapan aktivitas dan pencapaian yang terstruktur (lihat “Kaidah Kausalitas”, Abdul Karim As Saamiy, 2000)
4. Adanya manajemen, memperkecil dampak ‘kejutan-kejutan’ yang bisa mengganggu perjalanan dakwah
5. Ketika Allah dan Rasul-Nya menuntut pelaksanaan suatu aktivitas, berarti Allah dan Rasul-Nya menuntut kita untuk berusaha melaksanakan aktivitas itu dengan memperhatikan hal-hal yang bisa menghantarkan pada terwujudnya aktivitas tersebut.
6. Firman Allah swt : “Persiapkanlah untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kamu sanggupi” [TQS. al-Anfal: 60]. Dan hadits Rasul saw. : “Ikatlah (untamu) dan bertawakallah kepada Allah !”
Tahapan Manajemen Dalam Dakwah
Paling tidak ada 4 aspek pokok dalam aktivitas dakwah yang harus dimiliki oleh setiap gerakan (organisasi) dakwah Islam, yaitu 1) Memiliki konsep, pemikiran (fikrah) yang jelas 2) Memiliki metode (thoriqoh) yang benar bagi penerapan fikrah tersebut, 3) Digerakkan oleh SDM dengan kualifikasi tertentu, dan 4) Ikatan yang benar antar SDM dalam organisasi tersebut. Keempat hal itu tentu harus dibangun di atas dasar (kaidah) gerak yang shahih, yaitu aqidah Islam.
Jika menilik empat hal pokok diatas, maka kemampuan manajemen dan manajemen itu sendiri mutlak dibutuhkan dalam aktivitas dakwah Islam.
Manajemen dapat diartikan sebagai rangkaian proses aktivitas yang mencakup perancangan formulasi, implementasi dan evaluasi keputusan-keputusan organisasi dalam mencapai suatu tujuan tertentu dimasa datang. [“Meretas Jalan Menuju Politisi Transformatif”, MR. Kurnia, dkk, 2004].
Secara praktis diterapkan dalam empat tahapan utama, meliputi :
a. Analisis Lingkungan Organisasi
Yaitu aktivitas untuk mengetahui kondisi lingkungan internal maupun eksternal organisasi, sehingga tergambar keadaan internal organisasi (kekuatan dan kelemahan) dan posisi organisasi terhadap eksternal (peluang dan ancaman). Hasil ini, menjadi dasar yang faktual dalam menyusun kebijakan dan keputusan strategis dalam operasional dakwah.
b. Formulasi Strategi dan Taktik
Merupakan hal penting yang menjadi sandaran utama dari semua aktivitas dakwah, serta mengarahkan (orientasi) semua potensi yang dimiliki oleh organisasi (baca: dakwah) ke suatu tujuan secara fokus dalam batas waktu yang terukur. Maka formulasi strategi harus mengandung kejelasan : visi, misi, tujuan, target, rancangan program kerja/ aksi. Dengan ini akan jelas apa yang akan dihasilkan (output) untuk objek dakwah dan bagi gerakan atau organisasi dakwah Islam itu sendiri (outcome). Dalam istilah lain, ada hulu dan jelas muaranya.
c. Implementasi Strategi
Implementasi strategi menitik beratkan pada unsur-unsur : struktur organisasi dan pemberdayaan SDM, kepemimpinan, budaya organisasi, yang memperjelas kefungsian tiap-tiap posisi dan orang di dalamnya. Siapa melakukan apa dan bagaimana melakukannya merupakan hal terpenting dalam implementasi strategi.
d. Pengendalian dan kontrol
Biasanya bagian ini yang paling sulit dilakukan secara konsisten, karena pengendalian merupakan penetapan standar/ tolok ukur secara sistematis berjalannya sebuah organisasi. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan itu, organisasi akan bisa memotret perkembangan yang telah dicapainya dalam meraih tujuan. Sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan berikutnya.
Bekerja Lebih Cepat, Berorientasi Pada Tindakan
Manajemen merupakan sebuah sarana yang bisa memberikan berbagai kemudahan. Sehingga dakwah menjadi lebih dinamis, cepat dalam bertindak (responsif) namun terencana dan terukur, dilakukan oleh SDM yang tepat, dan memberikan dampak yang besar terhadap organisasi dan lingkungan. Bukan justru sebaliknya, menjadi rumit dan menghambat dinamisasi dakwah, atau bahkan menimbulkan masalah baru. Bagaimana pendapat Anda?
Manusia bijaksana
“Wa la qad aataina luqmaanal hikmata anisy kurlillaahi wa may yasykur fa innamaa yasykuru li nafsihii wa ma kafara fa innallaaha ghaniyyun hamiid. “Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah. Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji."
Para ulama salaf berikhtilaf mengenai Luqman: apakah dia seorang nabi atau hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa dia adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian. Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara Jabir bin Abdillah mengidentifikasikan Luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedangkan Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari kota Sudan, memiliki kekuatan, dan mendapat hikmah dari Allah, namun dia tidak menerima kenabian.
Selanjutnya, Ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Suatu kali, majikannya berkata kepada Luqman, "Sembelihkan domba ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terbaik." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Si Majikan diam selama beberapa saat, lalu berkata, "Sembelihkan domba yang ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terburuk." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Kemudian si majikan berkata, "Aku menyuruhmu mengambil dua bagian daging domba yang terbaik, lalu kamu melaksanakannya dan akupun menyuruhmu mengeluarkan bagian domba yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama." Luqman berkata, "Sesunguhnya tiada perkara yang lebih baik daripada lidah dan hati jika keduanya baik dan tiada perkara yang lebih buruk daripada lidah dan hati jika keduanya buruk."
Suatu kali dia didatangi seseornag, lalu bertanya, "Apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebajikan dalam bertutur?" Luqman menjawab, :Berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting."
Dari keterangan di atas jelaslah bahwa Luqman adalah seorang hamba yang menjadi sahaya, dan kesahayaan menghambatnya untuk menjadi nabi, sebab para rasul yang diutus itu berasal dari kalangan keluarga terpandang diantara kaumnya. Karena itu mayoritas ulama salaf memandang Luqman bukan sebagai nabi.
Luqman pun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab. "Hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang aku katakan kepadamu, kamupun akan berprestasi seperti aku." Lalu Luqman berkata, "Aku menjaga mengontrol pandanganku, mejaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengan tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti yang kamu lihat."
Firman Allah Ta'al, "Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, " yaitu pemahaman, ilmu, tuturan yang baik, dan pemahaman Islam, walaupun dia bukan nabi dan tidak menerima wahyu. "Yaitu, Bersyukurlah kepada Allah." Yakni, Kami menyuruhnya bersyukur kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung atas karunia yang telah diberikan secara khusus kepadanya, tidak diberikan kepada manusia sejenis yang hidup pada masa itu.
Kemudian Allah berfirman, "Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri." Sesungguhnya manfaat bersyukur itu berpulang kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri, karena Allah berfirman, 'Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji." Dia tidak membutuhkan hamba dan Dia tidak mendapat mudarat jika seluruh penduduk bumi ingkar, sebab Dia tidak membutuhkan perkara selain-Nya. Karena itu, tidak ada tuhan melainkan Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya.
Para ulama salaf berikhtilaf mengenai Luqman: apakah dia seorang nabi atau hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa dia adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian. Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara Jabir bin Abdillah mengidentifikasikan Luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedangkan Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari kota Sudan, memiliki kekuatan, dan mendapat hikmah dari Allah, namun dia tidak menerima kenabian.
Selanjutnya, Ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Suatu kali, majikannya berkata kepada Luqman, "Sembelihkan domba ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terbaik." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Si Majikan diam selama beberapa saat, lalu berkata, "Sembelihkan domba yang ini untuk kami." Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, "Ambillah bagian dagingnya yang terburuk." Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Kemudian si majikan berkata, "Aku menyuruhmu mengambil dua bagian daging domba yang terbaik, lalu kamu melaksanakannya dan akupun menyuruhmu mengeluarkan bagian domba yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama." Luqman berkata, "Sesunguhnya tiada perkara yang lebih baik daripada lidah dan hati jika keduanya baik dan tiada perkara yang lebih buruk daripada lidah dan hati jika keduanya buruk."
Suatu kali dia didatangi seseornag, lalu bertanya, "Apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebajikan dalam bertutur?" Luqman menjawab, :Berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting."
Dari keterangan di atas jelaslah bahwa Luqman adalah seorang hamba yang menjadi sahaya, dan kesahayaan menghambatnya untuk menjadi nabi, sebab para rasul yang diutus itu berasal dari kalangan keluarga terpandang diantara kaumnya. Karena itu mayoritas ulama salaf memandang Luqman bukan sebagai nabi.
Luqman pun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab. "Hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang aku katakan kepadamu, kamupun akan berprestasi seperti aku." Lalu Luqman berkata, "Aku menjaga mengontrol pandanganku, mejaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengan tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti yang kamu lihat."
Firman Allah Ta'al, "Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, " yaitu pemahaman, ilmu, tuturan yang baik, dan pemahaman Islam, walaupun dia bukan nabi dan tidak menerima wahyu. "Yaitu, Bersyukurlah kepada Allah." Yakni, Kami menyuruhnya bersyukur kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung atas karunia yang telah diberikan secara khusus kepadanya, tidak diberikan kepada manusia sejenis yang hidup pada masa itu.
Kemudian Allah berfirman, "Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri." Sesungguhnya manfaat bersyukur itu berpulang kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri, karena Allah berfirman, 'Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji." Dia tidak membutuhkan hamba dan Dia tidak mendapat mudarat jika seluruh penduduk bumi ingkar, sebab Dia tidak membutuhkan perkara selain-Nya. Karena itu, tidak ada tuhan melainkan Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya.
Sunday, 11 April 2010
Suka Baca Cerpen & Novel
Akhir - akhir ini aku merasakan kerinduan,,,, kerinduan yang terdalam pada aktivitasku dulu,,, kerinduan untuk hang out bersama temen - temen cuman sekedar nyari cerpen or novel bekas,,, rindu bisa naik perahu bareng,,, meski pulangnya harus merasakan kulit sudah berubah warna dan mata memerah karena abiz maen air di laut,,,, Rindu ingin makan lontong tuyuhan bareng,,,
Namun,,, diriku disini tidak boleh egois mengorbankan semuanya untuk merasakan masa - masa itu,,,
Aq menganggap diriku telah hijrah,, berarti ketika telah hijrah harus menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Memikirkan masa - masa itu sangat sulit untuk dilupakan,, terkadang air mata bisa menetes satu persatu,, karena kerinduan itu,,,
Satu yang kini timbul dan menyeruak ke permukaan,,, aq rindu ingin baca banyak cerpen lagi,,, mengoleksi novel - novel dan menikmatinya, untuk dibaca dengan perasaan yang terbawa,,, terkadang menangis terkadamh tertawa,,, HMMM masa - masa itu sulit terlupa.
Pernah suatu hari, kegiatanq cuman baca,,,, cuman berhenti ketika waktu solat dan waktu makan,, hm,,, bener - bener menikmati hidup. Heee,,, ceritanya ntu pas aq lagi di podok dan lagi liburan. jdi gda kegiatan pondok.... eh,,, malah asyik baca novel,,,
and,,, now,, aq keranjingan baca novel lagi, gara - gara keingetan jaman dulu & pengen ngobatin stressss karena tumpukan tugas kul,,,
But,, bisa kagak ya,,,,???? ntar law tugas ndak pada rampung kepriwe dunkkk,,,???
^_^
Namun,,, diriku disini tidak boleh egois mengorbankan semuanya untuk merasakan masa - masa itu,,,
Aq menganggap diriku telah hijrah,, berarti ketika telah hijrah harus menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Memikirkan masa - masa itu sangat sulit untuk dilupakan,, terkadang air mata bisa menetes satu persatu,, karena kerinduan itu,,,
Satu yang kini timbul dan menyeruak ke permukaan,,, aq rindu ingin baca banyak cerpen lagi,,, mengoleksi novel - novel dan menikmatinya, untuk dibaca dengan perasaan yang terbawa,,, terkadang menangis terkadamh tertawa,,, HMMM masa - masa itu sulit terlupa.
Pernah suatu hari, kegiatanq cuman baca,,,, cuman berhenti ketika waktu solat dan waktu makan,, hm,,, bener - bener menikmati hidup. Heee,,, ceritanya ntu pas aq lagi di podok dan lagi liburan. jdi gda kegiatan pondok.... eh,,, malah asyik baca novel,,,
and,,, now,, aq keranjingan baca novel lagi, gara - gara keingetan jaman dulu & pengen ngobatin stressss karena tumpukan tugas kul,,,
But,, bisa kagak ya,,,,???? ntar law tugas ndak pada rampung kepriwe dunkkk,,,???
^_^
Saturday, 9 January 2010
HIKMAH
Jika Islam Sebuah Pohon
Pohon memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia.Tidak ada bagian dari pohon yang tidak memberi manfaat kepada manusia. Mulai dari akar, batang dan daunnya. Tapi pohon itu baru bisa memberikan banyak manfaat jika diperlakukan dengan benar. Dia harus ditanam dengan benar, dipupuk, disirami dan dirawat dengan baik setiap saat. Kalau pohon itu kehilangan bagian pentingnya maka dia tidak akan pernah bisa memberi manfaat besar bagi manusia. Misalnya ketika Anda memotong akarnya, maka dia tidak akan bisa hidup untuk memberi manfaat bagi manusia. Hal yang sama terjadi ketika Anda memotong batang dan semua daunnya.
Demikian juga dengan Islam. Islam baru akan bisa memberi manfaat ketika kita “menanamnya” dengan benar di jiwa kita. Kita tidak memotong atau memenggal bagian-bagian pentingnya:
1. Akar Islam adalah akidah. Bagian inilah yang memberi kehidupan dan kekuatan ke seluruh bagian lain yang ada. Orang-orang yang mencoba mengamalkan Islam tanpa akidah sama saja dengan memotong akar dari pohonnya. Maka pohon itu hanya akan bisa hidup sebentar, kemudian akan mengering dan akhirnya mati. Saat ini banyak sekali orang yang mengaku Islam, yang menyatakan agamanya Islam, yang KTP-nya Islam, tapi sesungguhnya ruh atau akar Islam tidak tertatam dengan baik di jiwanya, sehingga Islam tidak berfaedah sedikitpun baginya. Kering, gersang dan nyaris seperti orang yang mati. Karena ia hanya hidup secara biologis saja, tapi jiwanya telah lama mati. Inilah salah satu sebab mengapa umat Islam saat ini terpuruk.
2. Batang Islam adalah syariah. Bagian inilah yang menegakkan kemanfaatan sehingga bisa dirasakan oleh diri sendiri dan orang di sekitarnya. Islam tanpa syariah ibaratnya seperti pohon tanpa batang. Manfaat apa yang bisa diberikannya? Saat ini banyak umat Islam yang dengan sengaja memenggal sebagian besar batang atau syariah Islam, dan hanya menyisakan dahan dan ranting kecil yang tidak berarti. Wajar saja kalau manfaat dan rahmat Islam tidak bisa dirasakan oleh umat manusia.
3. Daun Islam adalah dakwah. Apa manfaat terbesar daun bagi manusia? Melalui fotosintesis daun memberikan kehidupan dengan mensuplai oksigen dan glukosa yang menjadi bentuk dasar energi bagi semua makhluk hidup. Dan juga merubah racun karbon dioksida yang berbahaya menjadi oksigen yang memberi kehidupan. Tanpa ada daun, seluruh umat manusia akan binasa. Demikian analoginya ketika umat Islam meninggalkan dakwah, hal ini sama saja dengan memangkas semua daun yang ada pada setiap pohon. Akibatnya umat akan kehilangan pasokan energi dan menjadi lemah. Lalu racun-racun dunia bak karbon dioksida berupa kemaksiyatan mengakibatkan kesengsaraan merajalela dimana-mana. Persis seperti yang kita alami saat ini ketika umat mengabaikan dakwah dan amar makruf nahi munkar.
Demikian juga dengan Islam. Islam baru akan bisa memberi manfaat ketika kita “menanamnya” dengan benar di jiwa kita. Kita tidak memotong atau memenggal bagian-bagian pentingnya:
1. Akar Islam adalah akidah. Bagian inilah yang memberi kehidupan dan kekuatan ke seluruh bagian lain yang ada. Orang-orang yang mencoba mengamalkan Islam tanpa akidah sama saja dengan memotong akar dari pohonnya. Maka pohon itu hanya akan bisa hidup sebentar, kemudian akan mengering dan akhirnya mati. Saat ini banyak sekali orang yang mengaku Islam, yang menyatakan agamanya Islam, yang KTP-nya Islam, tapi sesungguhnya ruh atau akar Islam tidak tertatam dengan baik di jiwanya, sehingga Islam tidak berfaedah sedikitpun baginya. Kering, gersang dan nyaris seperti orang yang mati. Karena ia hanya hidup secara biologis saja, tapi jiwanya telah lama mati. Inilah salah satu sebab mengapa umat Islam saat ini terpuruk.
2. Batang Islam adalah syariah. Bagian inilah yang menegakkan kemanfaatan sehingga bisa dirasakan oleh diri sendiri dan orang di sekitarnya. Islam tanpa syariah ibaratnya seperti pohon tanpa batang. Manfaat apa yang bisa diberikannya? Saat ini banyak umat Islam yang dengan sengaja memenggal sebagian besar batang atau syariah Islam, dan hanya menyisakan dahan dan ranting kecil yang tidak berarti. Wajar saja kalau manfaat dan rahmat Islam tidak bisa dirasakan oleh umat manusia.
3. Daun Islam adalah dakwah. Apa manfaat terbesar daun bagi manusia? Melalui fotosintesis daun memberikan kehidupan dengan mensuplai oksigen dan glukosa yang menjadi bentuk dasar energi bagi semua makhluk hidup. Dan juga merubah racun karbon dioksida yang berbahaya menjadi oksigen yang memberi kehidupan. Tanpa ada daun, seluruh umat manusia akan binasa. Demikian analoginya ketika umat Islam meninggalkan dakwah, hal ini sama saja dengan memangkas semua daun yang ada pada setiap pohon. Akibatnya umat akan kehilangan pasokan energi dan menjadi lemah. Lalu racun-racun dunia bak karbon dioksida berupa kemaksiyatan mengakibatkan kesengsaraan merajalela dimana-mana. Persis seperti yang kita alami saat ini ketika umat mengabaikan dakwah dan amar makruf nahi munkar.
We Will Not Go Down (Song for Gaza)
Posted by Lirik on 11:52 PM
Labels: Michael Heart
Michael Heart
We Will Not Go Down (Song for Gaza)
Intro:
Am x4
Am C
A blinding flash of white light
G Am
Lit up the sky over Gaza tonight
Am C
People running for cover
G Am
Not knowing whether they’re dead or alive
Dm Am
They came with their tanks and their planes
Dm Am
With ravaging fiery flames
Dm F
And nothing remains
C G
Just a voice rising up in the smoky haze
F C
We will not go down
Am G
In the night, without a fight
F C
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Am G
But our spirit will never die
Am G
We will not go down
Am
In Gaza tonight
Am C
Women and children alike
G Am
Murdered and massacred night after night
Am C
While the so-called leaders of countries afar
G Am
Debated on who’s wrong or right
Dm Am
But their powerless words were in vain
Dm Am
And the bombs fell down like acid rain
G Am
But through the tears and the blood and the pain
C Em
You can still hear that voice through the smoky haze
F C
We will not go down
Am G
In the night, without a fight
F C
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Am G
But our spirit will never die
Am G
We will not go down
Am
In Gaza tonight
F C
We will not go down
Am G
In the night, without a fight
F C
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Am G
But our spirit will never die
F C
We will not go down
Am G
In the night, without a fight
Am G
We will not go down
Am
In Gaza tonight
( Semoga banyak yg terketuk hatinya utuk mendoakan saudara qta di Gaza)
Posted by Lirik on 11:52 PM
Labels: Michael Heart
Michael Heart
We Will Not Go Down (Song for Gaza)
Intro:
Am x4
Am C
A blinding flash of white light
G Am
Lit up the sky over Gaza tonight
Am C
People running for cover
G Am
Not knowing whether they’re dead or alive
Dm Am
They came with their tanks and their planes
Dm Am
With ravaging fiery flames
Dm F
And nothing remains
C G
Just a voice rising up in the smoky haze
F C
We will not go down
Am G
In the night, without a fight
F C
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Am G
But our spirit will never die
Am G
We will not go down
Am
In Gaza tonight
Am C
Women and children alike
G Am
Murdered and massacred night after night
Am C
While the so-called leaders of countries afar
G Am
Debated on who’s wrong or right
Dm Am
But their powerless words were in vain
Dm Am
And the bombs fell down like acid rain
G Am
But through the tears and the blood and the pain
C Em
You can still hear that voice through the smoky haze
F C
We will not go down
Am G
In the night, without a fight
F C
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Am G
But our spirit will never die
Am G
We will not go down
Am
In Gaza tonight
F C
We will not go down
Am G
In the night, without a fight
F C
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Am G
But our spirit will never die
F C
We will not go down
Am G
In the night, without a fight
Am G
We will not go down
Am
In Gaza tonight
( Semoga banyak yg terketuk hatinya utuk mendoakan saudara qta di Gaza)
Subscribe to:
Posts (Atom)