Tuesday, 15 June 2010

Cerpen sesi I

..... Bukanku tak kuasa menahan pedih, jika terus begini keadaannya. Tapi, hati ini tak kuat menahan, jika terus tersakiti. Cukuplah hanya diriku yang tersakiti, ku tak rela jika sampai mengorbankan semua yang ada disekitarku. Cukuplah aku yang menahan perihnya disakiti, jangan orang lain terkorbankan.....
Begitulah rasanya bait - bait rangkaian kata - kata yang ingin kuungkapkan. Sebegitu meluapnya perasaanku ingin memuntahkan semua yang kurasakan.
*** **** ***** *****
"Kamu tak pulang lagi dheK?" tanya seorang kakak kelas yg memperhatikan gerak - gerikku. " Enggak mbak,masih betah tinggal disini, tugas kuliah masih tumpukan" begitu jawabku sekenanya.... benar - benar hari yang melelahkan dan membuatku menguras banyak energi yang tersimpan. Dengan langkah gontai kuayunkan langkahku menuju kamar sembari membawa segelas air putih yang akan cukup menghilangkan dahagaku,,,
Hape mungilku bergetar, ada sms masuk, dari seorang ikhwan rupanya, dia partner kerjaku di kampus. " Ukh,,,, anti g pulang kan minggu ini? tolong koordinir akhwat yg maw ikut kajian ya???",,,,, " OK" jawabku. Hmmm,,,, ladang dakwah itu pasti akan ada kapanpun dan dimanapun. Rasa penat menjalari setiap aliran darahku,,, tak berujung rasanya. Belum sempat aku bangun dari rebahan, adzan magrib telah berkumandang,,,, ah,, begitu cepat rasanya waktu yg bergerak. Bismillah,,, kukumpulkan semangatku, sisa - sisa kepenatan dan keletihan, untuk segera bangkit menuju tempat wudhu dan mempersiapkan diri berjamaah maghrib,,, rupanya jama'ah kali ini cukup hanya dua orang, aq dan teman se kosq... temen2 laen udah pada mudik. memang untuk ukuran jarak rumahku cukup jauh dibanding temen2.... jadi aq jadi penjaga kos kalau akhir pekan. Pada raka'at kedua, aku merasa tubuhku banar2 telah capek, dan keringat dinginpun keluar, perutku mual tak terkira. setelah salam,,,, aq benar2 tak mampu bertahan untuk merampungkan dzikirku,,,, langsung kulepas mukena dan muntah- muntah disana,,,, hah... ternyata aq harus istirahat.
*** **** *** **** *****
Hape mugilku bergetar lagi,,, "ukh, siapkan mengkoordinir akhwat untuk kajian ahad pagi???".... karena tak mau mgecewakan, akhirnya kuballas dengan pernyataan sanggup. aku harus kuat pikirku, dan harus kulawan penyakit ini. Telah kusiapkan diriku untuk segera berangkat ke masjid, akhwat lain pasti sudah menunggu pikirku,,,, karena tadi malam setelah ku sms semua, banyak yg menyatakan kesanggupan untuk datang kajian. Mencoba tetap tersenyum dan bersikap wajar, tetapi beberapa akhwat menatap aneh pada diriku,, kata mereka aku tampak pucat,,, Berusaha meyakinkan mereka bahwa ku tak apa - apa. Baru menaiki satu anak tangga masjid, aq limbung, jatuh, mataku begitu gelap, dan tak tau apa yang terjadi,,,,,, ( To, be Continued)